Web Design

product 1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Quisque nec dictum tortor.

Multimedia

product 1

Proin eleifend quam eu purus aliquet scelerisque. Sed non nibh a urna tristique vestibulum.

Customizations

product 1

Morbi suscipit, nisl eget porttitor hendrerit, arcu sapien cursus enim, id luctus felis metus urna.

Kasih sayang anak tak sepanjang galah

Zulkandar | 17.08.00 | 0 komentar

Di dunia yang semakin modern dan penuh dampak globalisasi ini, nampak jelas banyak terjadi di sekitar kita ketika seorang anak menelantarkan orang tua mereka. Setelah sekian banyak peluh yang dikucurkan untuk memberikan kehidupan selayak mungkin kepada anak-anaknya. Banyak terjadinya fenomena seorang anak menjadi tuan bagi orang tua mereka sebenarnya telah di kabarkan sejak lama oleh Nabiyullah Muhammad SAW yang merupakan salah satu pertanda semakin mendekatnya dunia ini ke titik akhir.


Akan tetapi di salah satu sudut timur kota Jakarta, dapat aku saksikan sebuah pemandangan yang saat ini bisa dibilang sebagai pandangan yang langka. Ketika seorang Ibu yang diberikan nikmat usia yang panjang namun disertai dengan ujian berupa kepikunan dan kelumpuhan sehingga ia tak dapat berbuat banyak. Sang Ibu itu pun di karuniai seorang anak yang penuh bakti. Di usianya yang tak muda lagi itu sang anak, yang juga telah menjadi seorang istri dan juga seorang ibu dari dua orang anak, dengan sabar dan penuh perhatian dalam menjaga ibunya yang kini berusia 87 tahun. Sang ibu yang sudah renta itu sudah tak lagi mengenal waktu, layaknya seorang bayi yang menangis kapanpun dia suka, terkadang di pagi, siang, malam bahkan dini hari ia selalu memanggil anaknya dan meminta tolong padanya. Betapa sabarnya sang anak yang bahkan setelah ia datang memenuhi panggilan Ibunya ia harus menunggu beberapa lama untuk mengetahui apa yang hendak dipintakan tolong padanya, karena ketika sang anak itu datang, sang ibu, karena kepikunannya, telah lupa apa yang hendak ia sampaikan. Bahkan tidak jarang ia harus kembali ke tempatnya semula karena sang Ibu benar-benar tidak ingat apa yang hendak ia sampaikan.

Ketulusan yang ku lihat semoga menjadi bukti bahwa di dunia ini masih banyak teladan yang layak kita contoh dalam bersikap kepada kedua orang tua kita. Melihat kondisi tersebut, aku pun kemudian berpikir apakah seperti itu juga yang dilakukan oleh ibuku ketika aku masih bayi, ketika aku tidak dapat mengutarakan apa yang aku mau dan hanya menangis. Ketika aku membangunkannya di kegelapan malam dengan tangisanku, kemudian ibuku bangun dan tanpa tahu jelas apa yang aku mau, aku terus menerus menangis mengusik tidurnya, seolah tak senang melihatnya terlelap. Mengurangi waktu istirahatnya dan menambah pekerjaan baru baginya. Sungguh aku selalu melihat bayangan Ibuku di wajah sang anak. Aku yakin, baginya sang Ibu adalah lahan subur untuk menanam benih amal sholeh berupa kesabaran dan bakti kepada orang tua. Dan bukankah kesabaran adalah sebahagian dari kesempurnaan iman. Betapa bersyukurnya masih dikaruniai seorang ibu di usia yang tak lagi muda itu, disaat banyak juga orang yang telah kehilangan sosok ibu disaat mereka masih belia.

“Semoga kasih sayangku sebagai seorang anak tak hanya sepanjang galah”

Semoga apa yang dilakukan oleh sang anak pada ibunya itu dapat semakin membuatku lebih berkasih sayang pada kedua orang tuaku dan semakin membuatku bersyukur betapa aku telah diberi kenikmatan yang luar biasa berupa seorang ibu dan seorang ayah yang telah mengantarkan ku hingga berada dalam kedaan seperti sekarang ini. Dan semoga kasih sayangku sebagai seorang anak tak hanya sepanjang galah, melainkan layaknya sebatang pohon yang terus tumbuh subur yang dengan keberadaannya aku dapat terus memberikan manfaat serta dapat memberikan teladan kepada tunas-tunas generasi selanjutnya untuk berkasih sayang kepada orang tua, sampai pada suatu waktu pohon itu mati.

Terimakasih Ibu atas pancaran kasih dan sayangmu yang tak mengenal waktu, Semoga aku dapat membalas sebaik-baiknya meskipun tak akan pernah menyamai apa yang pernah engkau berikan padaku

Category:

Hi, Teman Jangan Lupa Komentarnya ya...!!??.

0 komentar